Friday, June 16, 2017

Anak Laki-Laki Sukai Main Boneka, Kapan Ibu Butuh Cemas?

Anak lelaki main boneka? Tidak butuh cemas, asal Anda ketahui batasnya.

“Adek, kan, perempuan, kok, manjat-manjat Boneka Wisuda serta main pistol? ” kata seseorang ibu pada anaknya. Ibu yang beda berujar, “Ih, masak anak lelaki suka main boneka! ”

Ya, kita mungkin saja seringkali mendengar beberapa perkataan sesuai sama itu. Banyak orang-tua cemas saat merasakan anak lelaki main boneka atau demikian sebaliknya, anak perempuan sukai memanjat pohon.

Menurut Wara Rahmawati, M. Psi, Psikolog., psikolog di Instansi Psikologi Jagaddhita, tidaklah heran ada kontroversi tentang kategorisasi alat bermain itu karna memanglah ada stereotip dalam orang-orang kalau lelaki sama dengan mobil dan boneka untuk anak perempuan.


Stereotip Alat Bermain

“Stereotip itu dapat dikatakan sebagai stereotip gender, yang terkait dengan kepercayaan yang luas mengenai tingkah laku yang pas untuk lelaki serta perempuan, ”papar psikolog dari Poliklinik Psikologi serta Kesehatan Mental Atlet Tempat tinggal Sakit Berolahraga Nasional ini.

Stereotip itu yang menimbulkan perjanjian tidak tertulis tentang kategorisasi alat bermain anak sesuai sama gendernya. Stereotip ini tidak selama-lamanya jelek, namun juga tidak semua baik.

BACA : Anak Laki-Laki vs Anak Perempuan, Haruskah Diperlakukan Lain?

Riset Golombok (2009) mengungkap, tingkah laku bermain boneka pada perempuan serta bermain mobil pada anak lelaki bertambah pada saat umur prasekolah serta selalu dikerjakan sampai umur 8 th.. Ini karna dengan perasaanah anak-anak bakal mencari kenyamanan dengan anak beda yang memiliki persamaan semakin banyak.

Plus Minus Gender pada Permainan

Anak umur itu juga condong berkelompok sesuai sama gendernya. Membedakan mainan berdasar pada gender dapat jadi satu diantara media belajar anak untuk mengetahui diri serta ketidaksamaan dengan lawan type.

“Namun di bagian beda, hal itu buat anak terpaku cuma pada satu pilihan saja, hingga pandangannya jadi kurang luas. Ia bakal mengotakkan diri dalam bergaul, malu saat mesti bermain dengan lawan type, yang malah buat kekuatan sosial mereka kurang berkembang dengan maksimal. ”
Oleh karena itu, orang-tua butuh memasukkan unsur evaluasi peranan gender pada anak lelaki serta perempuan dalam bermain. “Boneka serta mobil-mobilan yaitu fasilitas bermain hingga semestinya dapat dimainkan oleh siapapun. Peranan utama malah ada di orang-tua bagaimana memperkenalkan ketidaksamaan peranan gender pada anak lewat mainan-mainan itu, ” terang Wara.

Alat Permainan Itu Universal

Pada intinya, bermain yaitu satu aktivitas yang universal. Bemain bisa dikerjakan oleh siapapun, baik lelaki aupun perempuan.

Nah, anak lelaki yang bermain boneka serta alat make-up tidak bisa segera dilabel menghadap ke wanita. Tetapi mereka memanglah butuh type permainan yang berlainan.



Contoh, boneka di ajak naik mobil-mobilan jadi penumpang atau boneka gajah jadi rekannya membantu boneka monyet yang lagi sakit. 

No comments:

Post a Comment